Posted on Tulis komentar

Tata Cara Tayamum Sebagai Pengganti Wudhu/Mandi


Bersuci hukumnya wajib bagi orang yang hendak mengerjakan shalat baik dia sedang sehat ataupun sakit. Orang yang mengerjakan shalat tanpa bersuci terlebih dahulu shalatnya tidak sah. Karena, bersuci termasuk syarat sahnya shalat. Terkadang orang yang sakit yang hendak melaksanakan shalat tidak dapat bersuci dengan cara berwudhu, oleh karena itu syariat Islam memberikan kemudahan dengan memberi pilihan bersuci dengan cara tayamum. Hendaknya setiap muslim mengetahui tata cara tayamum sebagai pengganti wudhu/mandi yang telah dijelaskan dalam syariat Islam, karena setiap kita tentunya pasti akan jatuh sakit.

Cara Wudhu Orang Yang Sakit

Wudhu orang yang sakit sama dengan orang sehat jika mampu menggunakan air. Jika anggota wudhu seseorang terdapat luka, maka ia tetap harus terkena air pada saat berwudhu. Namun, jika hal tersebut dapat memperlambat kesembuhan luka, maka cukup dengan membasahi telapak tangan lalu mengusapkannya ke anggota wudhu yang terluka. Jika cara ini pun masih diyakini akan memperlambat kesembuhan, maka dia boleh bertayamum.

Jika salah satu anggota wudhu ada yang diperban atau digips, maka cukup mengusapkan air di atasnya sebagai ganti membasuh anggota wudhu tersebut dengan air. Dalam kondisi seperti ini, dia tidak boleh bertayamum, karena bagian yang terluka tersebut masih mungkin diusap dengan air, sebagai pengganti basuhan.

Jika orang yang sakit tidak mampu berwudhu sendiri, maka dia boleh diwudhukan oleh orang lain. Cara mewudhukannya adalah dengan membawakan air untuknya, kemudian membimbingnya melakukan wudhu seperti yang disebutkan di atas.

Jika dia tidak mampu berwudhu, baik karena tidak ada air atau karena takut penggunaannya akan membahayakan jiwa, mencederai anggota tubuh, memperparah sakit, memperlambat kesembuhan, atau menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, maka dia boleh bertayamum.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, tayamum boleh dilakukan bukan saja pada saat tidak ada air, tetapi juga dalam kondisi tidak mampu menggunakan air. Cara tayamum bagi orang yang sakit sama saja dengan cara tayamum bagi orang yang sehat. Demikian pula, cara tayamum untuk menggantikan wudhu tidak berbeda dengan cara tayamum untuk menggantikan mandi.

Cara Tayamum

Tata cara tayamum adalah sebagai berikut:

  1. Berniat tayamum dalam hati, menyebut nama Allah dengan mengucapkan bismillah
  2. Menepukkan kedua telapak tangan ke tanah, dinding, dan sejenisnya yang mengandung debu dengan sekali tepukan
  3. Meniup debu yang menempel di tangan
  4. Mengusapkan kedua tangan ke wajah hingga rata dengan sekali usapan
  5. Mengusap bagian punggung tangan kanan, dimulai dari ujung jari sampai pergelangan tangan. Lalu memutar ke telapak tangan kanan dan kiri

Tata cara ini berdasarkan hadits riwayat Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Cukup bagimu menepukkan kedua tangamu ke permukaan tanah, lalu meniupnya, kemudian mengusapkannya ke wajah dan kedua telapak tangan.”

HR. Al Bukhari dan Muslim

Tayamum itu cukup sekali tepukan saja berdasarkan hadits riwayat Ammar bin Yasir tersebut. Tayamum diharuskan dengan debu yang suci. Oleh karena itu, apabila seseorang melakukan tayamum dengan debu yang tidak suci, maka tidak sah tayamumnya. Boleh bertayamum dengan debu yang menempel pada dinding atau tempat lainnya, selama tempat itu suci.

Referensi:
https://almafatih.com/toko/tata-cara-wudhu-shalat-orang-sakit/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *